Ayo Tahajjud

October 18, 2007

Khasiat Madu Lebah Menurut AL-Qur’an Dan Hadist

Filed under: Umum

Selaras dengan perkembangan dunia yang semakin canggih, dunia perubatan juga semakin maju berbanding dengan cara perubatan dahulu. Oleh itu rawatan-rawatan tertumpu kepada cara moden di hospital-hospital yang cukup dengan segala kemudahan dan kepakaran. Namun begitu berubat mengikut saranan al-Qur’an dan hadis masih tetap mengambil tempat di dalam kehidupan masyarakat Islam.

Menurut Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam setiap penyakit itu pasti ada ubatnya. Sabda Baginda :

Maksudnya : "Berubatlah, maka sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali Allah menyediakan baginya ubat, kecuali satu penyakit,yaitu tua"

( Hadis riwayat Abu Daud)

Tafsirnya: "Kemudian makanlah daripada setiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan. Daripada perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan."

Beberapa kajian telah diusahakan yang tertumpu kepada bahan-bahan semulajadi daripada tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Begitu juga dengan madu lebah kerana dalam al-Quran sendiri telah menggariskan pelbagai pengajaran dan maklumat penjagaan diri daripada pelbagai penyakit, maupun kesihatan jasad atau rohani agar kita dapat mengerjakan segala perintah Allah dengan teratur.

Firman Allah dalam surah an-Nahl:

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam juga ada berpesan agar seseorang itu berubat dengan madu dan al-Qur’an, Baginda bersabda:


Maksudnya: "Ambillah / pergunakanlah olehmu sekalian akan dua ubat penyembuh yaitu madu dan al-Qur’an."

(Hadis riwayat Ibnu Majah)

Daripada hadis tersebut ternyata madu mempunyai keistimewaan yang tersendiri dengan nilai-nilai utama dalam ilmu kesihatan, yang mempunyai zat-zat besi dan vitamin yang kuat. Di samping itu madu juga dianggap penting kerana memenuhi keperluan tubuh dan cepat memberi tenaga.

Mereka yang mengetahui akan khasiat madu akan menggunakannya secara rutin, hal ini bukan hanya teori tetapi telah dibuktikan daripada beberapa kajian yang telah dilakukan di mana jika ianya diamalkan setiap hari akan mencegah daripada pelbagai penyakit dan memberi tenaga yang cukup.

Di samping itu madu juga seringkali digunakan untuk sampingan sarapan pagi agar tenaga segera siap digunakan dalam menjalankan kerja harian. Madu juga memiliki aroma enak yang meningkatkan selera, sepertimana Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengamalkannya. Diperkuatkan dengan hadis baginda yang berbunyi:

Maksudnya: "Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menjilat madu sebanyak tiga kali pagi pada setiap bulan, maka dia tidak akan terkena cubaan yang besar."

Di samping itu dengan memakan madu juga boleh menyembuhkan batuk-batuk yang menganggu dan boleh mencegah daripada kekejangan pada otot tubuh khususnya pada bahagian kaki. Dalam perubatan tradisional, madu telah dimanfaatkan untuk menahan luka-luka terbakar pada kulit. Jika diusapkan madu akan dapat mengurangi rasa sakit yang menyengat dan mencegah pembentukan lepuh (melecur) dan cepat sekali menyembuhkan kawasan yang terbakar. Di samping itu banyak lagi penyakit yang boleh sembuh misalnya hidung tersumbat, anak yang kencing malam dan sesuai untuk kanak-kanak damit yang baru lahir.

Dalam al-Qur’an, hadis-hadis yang disebutkan dan amalan perubatan tradisional, madu mempunyai keistimewaannya yang tersendiri. Adalah menjadi suatu amalan yang baik menjadikan madu sebagai ubat dan penjagaan kesihatan.

October 15, 2007

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

Filed under: Umum

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.


Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!


Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)

Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (3)

Filed under: Umum

Diriwayatkan bahwa Dzul Qarnain melewati sebuah kaum yang tidak memiliki harta dunia sedikitpun. Mereka membuat kuburan bagi keluarga mereka yang telah mati di depan pintu rumah mereka. Setiap hari mereka mengamati kuburan itu, membersihkan, menyapu, menziarahinya dan beribadah kepada Allah di sekat kuburan itu.
Mereka tidak makan kecuali rerumputan dan berbagai tanaman lain.
Kemudian Dzul Qarnain mengutus seorang laki-laki. Utusan itu kemudian memanggil raja kaum itu tapi dia tidak memenuhi panggilan utusan itu, dan berkata, "Aku tak punya keperluan kepadanya, tidak juga dia kepadaku."

Maka kemudian Dzul Qarnain mendatangi kaum tersebut dan berkata, "Bagaimana keadaan kalian? Mengapa aku tidak melihat emas atau perak yang kalian miliki. Dan mengapa aku juga tidak melihat nikmat dunia yang kalian miliki?" Pemimpin mereka menjawab, "Karena nikmat dunia tidak pernah membuat kenyang seorang manusia pun."

Bertanya kembali Dzul Qarnain, "Mengapa kalian membuat kuburan di depan rumah kalian?"

Dia menjawab, "Agar langsung terlihat oleh mata kami, sehingga akan mempengaruhi ingatan kami akan kematian, dan mendinginkan hasrat pada dunia dalam hati kami. Tujuan itu agar kami tidak disibukkan oleh dunia dan melupakan Tuhan kami."

Dzul Qarnain bertanya kembali, "Dan mengapa kalian hanya memakan rerumputan dan tanaman?" Dia menjawab, "Karena kami benci menjadikan perut-perut kami sebagai kuburan bagi hewan-hewan. Dan bagaimana pun lezatnya suatu makanan, tetap akan hancur."

Pimpinan kaum itu menjulurkan tangannya ke dalam lubang dan mengeluarkan satu buah tengkorak kepala manusia kemudian meletakkan tengkorak itu didepannya dan berkata, "Wahai Dzul Qarnain, apakah engkau tahu, siapa pemilik tengkorak ini? Ini adalah tengkorak seorang raja didunia yang telah menzhalimi rakyatnya, bersikap melampaui batas kepada mereka dan suka menyiksa orang-orang lemah, serta menghabiskan seluruh waktunya untuk mengumpulkan dunia. Maka Allah mencabut nyawanya dan menjadikan neraka sebagai tempat kembali untuknya."

Kemudian pemimpin kaum itu menjulurkan kembali tangannya dan mengambil sebuah tengkorak kepala yang lain dan meletakkan didepannya. Dia bertanya, "Apakah engkau tahu siapa pemilik tengkorak ini? Sesungguhnya kepala ini milik seorang raja yang adil.
Dia mengasihi rakyatnya dan menyukai seluruh anggota kerajaannya, kemudian Allah mencabut nyawanya dan memasukkannya kedalam surga serta meninggikan derajatnya."

Setelah itu, pemimpin kaum itu meletakkan tangannya diatas kepala Dzul Qarnain dan berkata, "Termasuk golongan manakah kepalamu ini?
Dzul Qarnain menangis tersedu-sedu sambil menundukkan kepalanya dan berkata, "Jika engkau mau menjadi sahabatku, akan aku serahkan sawah dan ladangku kepadamu dan memberikan sebagian kerajaan kepadamu."
Laki-laki itu menjawab, "Tidak mungkin, aku tidak menyukainya. " Dzul Qarnain bertanya, "Mengapa demikian?" Dia menjawab, "Karena seluruh manusia akan menjadi musuhmu karena harta dan kekuasaan. Sebaliknya, mereka akan menjadi saudaramu akibat perasaan qanaah dan kemiskinanmu. Maka Allah akan bersamamu."



Sumber : Buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya
Imam Al-Ghazali.

Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (2)

Filed under: Umum

Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih. Dia adalah seorang pendeta Yahudi yang kemudian masuk Islam. Diceritakan bahwa pada suatu hari seorang raja yang agung ingin berkuda ke seluruh pelosok kerajaannya agar masyarakat melihat kehebatan dan keindahannya. Raja itu memerintahkan para pejabat, pengawal dan pembesar kerajaan untuk menyiapkan tunggangan agar masyarakat melihat kekuasaannya. Dia juga
menyuruh mereka untuk menyediakan pakaian kebesarannya. Dia memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan kuda pilihan yang kuat. Dia memilih kuda yang tercepat larinya, yang diberi nama as-Sabak.
Dia memacu kuda itu didepan pasukan. Dia merasa bangga dengan kehebatan dan kekuasaannya.

Datanglah Iblis. Iblis meletakkan mulutnya pada telinganya dan meniupkan perasaan sombong pada raja itu. Maka berkatalah raja itu, "Siapa yang dapat menyamaiku didunia ini?"

Dia memacu kudanya dengan sombong dan merasa bangga dengan kudanya itu. Dia tidak melihat kepada seorangpun karena perasaan hebat dan sombongnya, serta perasaan ujub dan bangganya. Tiba-tiba dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berpakaian compang camping. Orang itu memberi salam kepada sang raja, tetapi raja itu tidak membalas salamnya. Orang itu kemudian memegang tali kekang kuda sang raja. Kemudian raja itu berkata: "Lepaskan tanganmu dari tali kekang kuda ini. Engkau tidak tahu tali kekang kuda siapa yang engkau pegang!" Orang itu berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu".
Raja berkata, "Sabarlah, tunggu aku turun".
Orang itu berkata, "Keperluanku adalah saat ini juga, bukan saat engkau turun dari kudamu".
Raja berkata, "Katakan, apa keperluannya! "
Orang itu berkata, "Ini rahasia. Aku tidak akan mengatakannya kecuali ke telingamu".
Raja menyodorkan telinganya kepada orang itu. Orang itu berkata, "Aku Malaikat Maut. Aku hendak mencabut nyawamu".
Raja berkata, "Tangguhkanlah sampai aku pulang ke rumahku, berpamitan kepada anak istriku".
Orang itu berkata, "Tidak, engkau tidak akan melihat mereka lagi untuk selamanya karena jatah umurmu sudah habis".
Maka, Malaikat Maut pun mengambil nyawanya. Pada waktu itu sang raja sedang duduk diatas kuda kebanggaannya" .

Malaikat Maut pergi dari sana, kemudian mendatangi seorang laki-laki soleh yang diridhai Allah. Malaikat mengucapkan salam. Laki-laki itu membalas salamnya. Malaikat berkata, "Aku mempunyai keperluan denganmu dan ini rahasia."
Laki-laki salih itu berkata, "Katakanlah keperluanmu di telingaku".
Malaikat berkata, "Aku adalah Malaikat Maut".
Laki-laki itu berkata, "Selamat datang, segala puji bagi Allah atas kedatanganmu karena sesungguhnya aku banyak mendekatkan diri untuk menyambut kedatanganmu. Aku merasa terlalu lama menunggumu. Aku sangat merindukan kedatanganmu" .
Malaikat berkata, "Jika engkau mempunyai urusan selesaikanlah dahulu".
Laki-laki itu berkata, "Tidak ada urusan yang lebih penting daripada saat bertemu dengan Rabbku Azza wa Jalla".
Malaikat berkata, "Cara seperti apa yang engkau sukai ketika aku mencabut nyawamu? Aku diperintahkan mencabut nyawamu dengan cara yang engkau pilih dan engkau inginkan".
Laki-laki itu berkata, "Ijinkanlah aku mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. Ketika aku sujud, cabutlah nyawaku. Maka, Mlaikat Maut melakukan permintaan orang itu dan mengirimnya kepada rahmat Allah Jalla wa `Ala".


Sumber : Buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya
Imam Al-Ghazali.

Hikayat Orang-orang Yang Dicabut Nyawanya (1)

Filed under: Umum

Yazid ar-Ruqasyi bertutur sebagai berikut:
Pada masa Bani Israil ada seorang penguasa. Pada suatu hari ia duduk disinggasananya. Tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki masuk melalui pintu rumahnya. Orang itu bertampang keji dan berbadan besar. Penguasa itu sangat ketakutan. Dia khawatir laki-laki itu akan menyerangnya. Wajahnya pucat pasi dan berkata, "Siapakah engkau? Siapa yang telah menyuruhmu masuk kerumahku."

Laki-laki itu berkata, "Pemilik rumah ini yang menyuruhku kesini. Tidak ada dinding yang dapat menghalangiku. Aku tidak memerlukan izin untuk masuk kemanapun. Aku tidak takut oleh kekuasaan para sultan. Aku tidak merasa takut oleh penguasa. Tidak ada seorangpun yang dapat lari dari jangkauanku. "

Ketika mendengar perkataan orang itu, wajahnya menjadi pucat pasi dan badannya menggigil, dan ia berkata, "Apakah engkau Malaikat Maut?"

Orang itu menjawab, "Benar."

Penguasa berkata, "Aku bersumpah demi Allah, berilah aku penangguhan satu hari saja agar aku dapat bertobat dari segala dosaku. Aku akan memohon keringanan dari Tuhanku. Aku akan mengimfaqkan harta benda yang aku miliki dan aku simpan hingga tidak terbebani oleh azab akibat harta itu, diakhirat kelak."

Malaikat berkata, "Bagaimana aku dapat menangguhkan padahal umurmu sudah habis, dan waktu sudah ditetapkan secara tertulis."

Penguasa itu berkata, "Tangguhkanlah sesaat saja."
Malaikat berkata, "Sesungguhnya jangka waktu itu telah diberikan tetapi engkau lalai dan menyia-nyiakannya. Jatah nafasmu sudah habis, tidak tersisa satu nafaspun untukmu."

Dia berkata, "Siapa yang akan menyertaiku jika engkau membawaku keliang kubur?"
Malaikat berkata, "Tidak ada yang menyertaimu kecuali amalmu."

Dia berkata, "Aku tidak mempunyai amal kebaikan."
Malaikat berkata, "Jika demikian, neraka dan murka Tuhan adalah tempat yang layak untukmu."

Kemudian Malaikat Maut mencabut nyawanya sehingga dia terjatuh dari singgasananya. Terjadilah kegaduhan diseluruh kerajaan. Jika orang-orang mengetahui apa yang terjadi pada penguasa itu, yaitu murka Allah, pastilah tangisnya dan ratapan mereka akan lebih keras lagi.


Sumber : Buku "ETIKA BERKUASA: Nasihat-nasihat Imam Al-Ghazali - Karya
Imam Al-Ghazali.

10 Jenis Siksaan Yang Menimpa Wanita Penghuni Neraka

Filed under: Umum

Inilah sepuluh jenis siksaan yang menimpa wanita yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, inilah peristiwa yang membuat Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.

Dalam perjalanan itu, antaranya Rasulullah SAW diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambutnya, sementara itu otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mau melindungi rambutnya agar tidak dilihat lelaki lain.

Siksaan lain yang diperlihatkan Rasulullah SAW ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan dari punggungnya dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.

Rasulullah SAW juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pohon zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.

Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang mampu sholat dan berpuasa tetapi tidak mau mengerjakannya, tidak berwudhu dan tidak mau mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi yaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.

Selain itu, Rasulullah SAW melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri sementara di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.

Rasulullah SAW juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting neraka. Mereka adalah perempuan yang suka mencari perhatian orang lain agar melihat perhiasan dirinya.

Siksaan lain yang dilihat Rasulullah SAW ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya pula seperti keledai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.

Ada pula perempuan yang Rasulullah SAW lihat (10) bentuk rupanya seperti anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.

Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan wanita atau menempatkan wanita sebagai sumber dosa. Inilah keadaan seadanya yang sesuai riwayat yang ada.


Sumber : NN

4 Orang Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka

Filed under: Umum


Seseorang wanita itu apabila di alkhirat nanti akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka.

Artikel ini bukan untuk memperkecilkan wanita tetapi sebaliknya iaitu supaya kaum lelaki memainkan peranannya dengan hak & saksama serta berwaspada akan tanggung-jawab yang dipikul! Jadikan sebagai ikhtibar dalam hidup kita.

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat…..tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti solat tidak bertangguh, puasa tidak tinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya…..jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM …tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata & sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat ,maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman ALLAH SWT:-
"HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA,JIN DAN BATU-BATU…"

Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA,semua kaum muslim dijamin masuk syurga (sesiapa yg mengucap kalimah tauhid) dengan itu janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji dan peluang yg ALLAH SWT berikan pada kita.

Ingat peluang hanya datang sekali. Hargailah peluang ini.

Allah SWT Yang Maha Mengetahui

Filed under: Umum

Allah SWT Maha Mengetahui terhadap seluruh obyek pengetahuan. Dengan Ilmu-Nya Dia mengetahui secara detail terhadap segala apa yang berlaku di bumi yang paling rendah sampai yang ada dilangit yang tertinggi. Semuanya tidak pernah ada yang luput dari jangkauan Ilmu-Nya walau sebesar atom, baik yang ada di langit dan bumi, bahkan Dia tahu gerakan dan merayapnya semut hitam yang ada di batu hitam yang keras pada malam yang gelap gulita. Dia mengetahui gerak atom di ruang angkasa. Dia Maha Mengetahui segala rahasia dan yang sangat tersembunyi. Dia melihat suara dan bisikan hati serta rahasia-rahasia hati nurani dengan Ilmu-Nya yang Qadim dan Azali, dimana Dia senantiasa menyandang sifat-sifat Azali, bukan dengan ilmu baru yang diperoleh dalam Dzat-Nya dengan cara bertempat dan berpindah-pindah.


Dikutip dari kitab Qawaa’idul “Aqaaid Fit-tauhid Karya Imam Al-Ghazali.
(TAUHIDULLAH, Penerbit Risalah Gusti, Surabaya)

Al-Hadith : Cara Berbakti Kepada Ibu Bapa Yang Telah Pergi

Filed under: Umum

Dari Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi r.a., katanya:
Pada suatu ketika kita semua duduk-duduk di sisi Rasulullah s.a.w., tiba-tiba datang seorang lelaki dari Bani Salamah. Orang itu bertanya: “Ya Rasulullah, apakah masih ada sesuatu amalan yang dapat saya amalkan sebagai kebaktian saya kepada dua orang tua setelah keduanya meninggal dunia?” Beliau s.a.w. menjawab: “Ya, masih ada. Iaitu mendoakan keselamatan untuk keduanya, memohonkan pengampunan kepadanya, melaksanakan janji kedua orang itu setelah wafatnya, mengeratkan hubungan kekeluargaan yang tidak dapat dihubungi kecuali dengan adanya kedua orang tua itu serta memuliakan sahabatnya.
(Riwayat Abu Dawud)

Hakikat Hidup di Dunia

Filed under: Umum


Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, pandangan kita terhadap kehidupan di dunia ini tidak lain hanyalah sekedar tempat mampir sebentar. Sebab masih ada perjalanan panjang seorang anak manusia ke depannya. Dunia ini adalah alam yang berada pada urutan kedua dalam perjalanan manusia, setelah sebelumnya hidup di alam
rahim, selama kurang lebih 9 bulan. Dunia yang sekarang kita tempati ini, paling lama 100 tahun akan kita tempuh. Tapi ukuran ini tidak baku, sebab kapan saja dan dimana saja, Allah SWT akan berkenan memindahkan kita ke alam lainnya lagi.

Bisa saja seorang baru sekali menghirup udara dunia ini, lalu Allah SWT langsung memanggilnya. Ada juga yang sudah tua, tapi tidak sedikit yang masih muda, sehat wal afiat, punya karir bagus, kaya, terhormat dan sedang jaya-jayanya, namun ketentuan Allah SWT tidak bisa ditolak oleh manusia manapun. Kapan saja Allah mau, dicabutlah nyawa kita, dengan sebab tertentu atau pun tanpa sebab tertentu. Segala macam daya dan upaya yang kita lakukan, tidak akan mampu menolak apa yang telah Allah tetapkan.

Setelah melewati alam dunia ini, semua manusia akan mengalami banyak alam lainnya. Pilihannya ada dua, mendapatkan kenikmatan atau kesengsaraan. Tapi memilihnya harus sejak sekarang ini, bukan pada saat kita sudah di alam lain nanti. Sebab alam dunia sekarang ini memang telah ditetapkan oleh Allah untuk dijadikan penentu tempat kita ketika berpindah ke alam lain.

Di alam dunia ini, Allah hanya meminta kita untuk menyatakan pengakuan bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusannya. Lalu kita hidup dengan menggunakan aturan syariah yang telah ditetapkannya. Semua informasi tentang tata cara kehidupan yang dikehendaki-Nya, sudah disampaikan dengan sangat jelas melalui Qur’an dan Hadits. Tidak ada alasan lagi untuk berdalih bahwa seseorang di dunia ini tidak mendapatkan informasi apa-apa tentang agamanya.

Bila seseorang di dunia ini menjalankan apa yang Allah tetapkan, maka ketika masuk ke alam lain nanti, kebahagiaan akan tetap meliputinya. Baik kebahagiaan jasmani maupun rohani. Sebaliknya, bila alam dunia ini dijadikan tempat untuk main-main, melupakan apa yang Allah perintahkan, melanggar apa yang telah dilarangnya, menganggap sepi semua aturan-Nya,
maka begitu masuk ke alam lain, dia harus siap hidup sengsara lahir batin. Di alam kubur akan disiksa dengan azab yang pedih. Di padang mahsyar akan dibuat tersesat dan ketakutan. Di pengadilan akhir zaman akan dijatuhkan vonis berat dan kemudian akhirnya akan dimasukkan ke
dalam gejolak api neraka yang menyakitkan.

Alangkah bahagianya seseorang yang bisa melihat peta perjalanan seorang anak manusia dengan cara seperti ini. Toh, masa hidupnya di alam dunia ini sangat relatif, bisa lama atau bisa juga sebentar. Sedangkan alam-alam lain yang akan kita hadapi nanti begitu besar dan abadi.
Sayang sekali bila kesempatan emas berupa waktu yang disediakan di alam dunia ini kita sia-siakan. Lebih baik sedikit susah, sabar dan bersungguh-sungguh di alam dunia yang hanya sementara, dari pada tersiksa abadi di alam lainnya lagi.

Kita semua akan segera pindah alam, cepat atau lambat. Pastikan bahwa ketika kita pindah ke alam lain, kita membawa bekal iman dan amal shalih. Kalau tidak, kita akan sangat merugi.

Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali mereka
yang beriman dan beramal shalih, serta saling menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran
(QS Al-’Ashr: 1-4)

Sumber : Ahmad Sarwat, Lc, www.eramuslim.com






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M